Ciri Kanker Kulit Atinic Keratoses

Ciri Kanker Kulit Atinic Keratoses - Kanker kulit yang sering Anda temui adalah kanker kulit jenis melanoma, jenis kanker kulit dengan ciri kanker kulit yang dapat dilihat dari formulasi ABCDE. Namun bagaimana dengan jenis kanker kulit lainnya? Misalnya atinic keratoses. Seperti apa cirinya?
Seperti yang dilangsir ulang dari www.moellerdermatology.com nih Ladies, jenis kanker kulit atinic keratoses ini berbentuk bintik merah yang bersisik. Adanya kanker kulit atinic keratoses banyak ditemui pada kulit sekitar telinga, lengan, tangan, wajah dan area yang sering kena panas matahari.
Anda dapat mengetahui kanker kulit atinic keratoses dari segi permukaannya dengan mudah. Caranya, jika ada bintik merah tinggal diraba saja Ladies. jika terasa bersisik maka bintik merah tersebut bisa jadi kanker kulit. Jika tidak mungkin ya hanya bekas gigitan nyamuk saja.
Ladies, layaknya kanker kulit lainnya, atinic keratoses disebabkan oleh paparan matahari secara langsung. Makanya, area yang diserang adalah area yang terlihat. Apalagi wajah Anda.
Jenis kanker kulit atinic keratoses ini dianggap sebagai kanker kulit tingkat awal. Ya Ladies, jika tidak segera diobati akan berubah menjadi jenis kanker kulit kronis yang lebih terlihat merusak kulit Anda. Kanker kulit atinic keratoses akan lebih terlihat lagi pada wanita berkulit putih.
Eksposur intens terhadap sinar UV merupakan pemicu actinic keratosis. Actinic keratosis dimulai pada lapisan atas kulit atau epidermis, epidermis merupakan lapisan tipis yang menjadi pelindung bagi sel-sel kulit.
Biasanya, sel-sel kulit dalam epidermis berkembang dengan cara yang terkontrol dan teratur. Secara umum, sel-sel baru yang sehat mendorong sel-sel yang lebih tua ke permukaan kulit, dimana mereka mati dan akhirnya mengelupas.
Ketika sel-sel kulit rusak akibat radiasi UV, terjadi perubahan pada warna dan tekstur kulit yang menyebabkan benjolan atau lesi. Sebagian besar kerusakan sel kulit merupakan akibat radiasi UV dari sinar matahari dan lampu tanning bed komersial.

semoga infomasi bermanfaat Ciri Kanker Kulit Atinic Keratoses

sumber :DokterSehat.Com

Terlalu Gemuk Saat Hamil, Ini 6 Risiko yang Dihadapi Anak

Pemantauan berat badan ibuhamil sangat penting, karena berkaitan erat dengan   pertumbuhan janin, plasenta yang sehat, air ketuban, pengiriman makanan untuk janin melalui aliran darah, dan persiapan untuk menyusui setelah kelahiran. Jika penambahan berat badan ini terus-menerus dipantau, diharapkan bayi dalam kandungan memiliki berat normal, yaitu di atas batas berat bayi lahir rendah (BBLR), 2.500 gram.
Sudah banyak studi yang mengatakan akibat dari bumil yang obesitas, salah satunya juga dapat berakibat pada bayi yang akan dilahirkan. Berikut beberapa akibat bayi yang lahir dari ibu yang obesitas :
  1. Lahir premature
    Sebuah studi yang mengamati 1,5 juta kasus persalinan di Swedia antara tahun 1992-2010 menyimpulkan bahwa bahaya bayi lahir prematur ikut meningkat seiring dengan bertambahnya berat badan sang ibu. Dengan kata lain, semakin tinggi Indeks Massa Tubuh (BMI) seorang wanita maka semakin tinggi pula risiko bayi lahir prematur, bahkan terlalu dini.Temuan ini dianggap penting jika dilihat dari perspektif populasi. Pasalnya bayi yang lahir prematur, apalagi prematur ekstrim berkontribusi besar terhadap kematian dan morbiditas bayi di sejumlah negara dengan penduduk berpendapatan tinggi jelas Profesor Sven Cnattingius dari Karolinska Institute, Stockholm.
  1. Kematian di usia muda
    Hasil penelitian dari The Journal of American Medical Association menyebutkan bahwa wanita yang mengalami kelebihan berat badan sebelum atau pada awal kehamilan berisiko tinggi bayinya meninggal sebelum atau setelah lahir, selain itu, para peneliti juga mengatakan bahwa risiko terbesar terjadi pada wanita yang berat badannya paling gemuk.Pesan utama dari studi ini adalah bahwa kelebihan berat badan dan obesitas pada ibu dapat meningkatkan risiko kematian bayi. Oleh karena itu, penyesuaian gaya hidup dan perubahan berat badan di usia subur seharusnya menjadi perhatian penting, imbuh penulis utama studi, Dagfinn Aune dari Imperial College London.
  1. Menginap asma
    Sebuah studi terbaru juga telah mengaitkan antara berat badan wanita pra-kehamilan dengan risiko asma pada anaknya. Studi yang dipublikasikan pada bulan Januari 2013 ini menyebutkan 12 persen dari 1.100 anak yang terlahir dari ibu yang obesitas akan sering mengalami asma pada usia 14 bulan dibandingkan bayi yang terlahir dari berat badan normal.Menurut dokter spesialis ob-gyn di Lenox Hill Hospital, New York, dr. Jennifer Wu, mengatakan bahwa hal ini dapat ditanggulangi dengan olahraga rutin. Kalau pun tidak terlalu aktif, jalan kaki selama 20 menit setiap empat kali seminggu juga merupakan alternatif lain dari berolahraga.
  1. Lebih rentan penyakit jantung dan stroke
    Tidak hanya mengidap penyakit asma saja, bayi yang lahir dari ibu yang obesitas juga cenderung lebih mudah terkena penyakit jantung dan stroke. Hal itu dilihat dari ketebalan dua dinding aorta yang terletak pada bagian perut, yaitu intima-media.Ibu hamil yang mengalami kegemukan, lebih mungkin memiliki bayi dengan ketebalan intima-media yang semakin tebal, terlepas dari berat bayi yang ditimbang saat lahir. Berkembangnya penyumbatan pembuluh darah dalam aorta perut merupakan salah satu tanda-tanda fisik awal peningkatan risiko penyakit jantung.
  1. Perkembangan otak terhambat
    Ibu hamil yang obesitas ternyata juga dapat memengaruhi perkembangan otak pada janin. Studi tersebut dilakukan oleh Mother Infant Research Institute (MIRI) di Tufts Medical Center, Boston. Peneliti menemukan bahwa janin dari kehamilan wanita gemuk cenderung mengalami hambatan dalam proses alami pembentukan otak.Wanita gemuk yang memiliki anak yang juga gemuk tidak terlalu mengejutkan, tetapi mungkin akan mengejutkan jika hal tersebut berpengaruh besar terhadap perkembangan otak anak, kata dr. Andrea Edlow, penulis utama studi tersebut.
  1. Mewarisi gemuk
    Studi di Denmark baru-baru ini menyebutkan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang obesitas akan melahirkan anak yang gemuk dibandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu dengan berat yang normal, para peneliti menemukan bahwa berat badan bayi yang lahir dari ibu yang obesitas memiliki rata-rata 6 ons lebih berat dibandingkan dengan bayi normal.Selain itu, kadar lemak tubuh mereka pun lebih besar 2,5 persen daripada bayi yang lahir dari ibu dengan berat badan normal. Menurut Emma Carlsen, peneliti dari Hvidovre Hospital, University of Copenhagen, Denmark, perbedaan ini terjadi karena komposisi tubuh yang berbeda antara bayi yang lahir dari ibu obesitas dengan bayi dari ibu normal.

sumber : DokterSehat.Com

Manfaat/Kasiat Buah Semangka Untuk Kesehatan

5 Manfaat Buah Semangka Untuk Kesehatan

Hampir semua orang menyukai buah semangka. Rasanya yang manis dan warnanya yang menarik menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu buah semangka mempunyai banyak kandungan Vitamin A, Likopen, vitamin C dan Vitamin E. Nah, karena kandungan gizi yang banyak ini buah semangka sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia. Simak ulasan berikut untuk mengetahui manfaat buah semangka bagi tubuh.

1. Pencegah Sariawan

Sariawan ditimbulkan dari bakteri yang berkembang biak dengan baik pada rongga mulut yang kering. Memakan semangka memberikan konsumsi air dan vitamin yang dapat mengurangi perkembang biakan bekteri di mulut. Bagi pencegahannya mengkonsumsi semangka dapat disandingkan dengan vitamin C seperti pada buah jeruk, lemon dan jambu biji.

2. Otot nyeri

Semangka telah terbukti mengurangi nyeri otot dan meningkatkan waktu pemulihan setelah latihan pada atlet. Para peneliti percaya ini mungkin lakukan untuk asam amino L-citrulline yang terkandung dalam semangka.

3. 4. Mengurangi Resiko Hipertensi dan Stroke
Pada buah semangka terdapat karetenoid yang mencegah pengerasan dinding pembuluh arteri maupun vena yang dapat menyebabkan hipertensi . Kandungan kalium semangka juga berperan untuk menurunkan tekanan daran darah. Tentu saja manfaat ini dapat dirasakan jika mengkonsumsi semangka dengan rutin. Kalium juga menyehatkan jantung sehingga akan terhindar dari penyakit jantung.

5. Memelihara kesehatan ginjal
Kalium yang terkandung dalam manfaat buah semangka ini, membersihkan zat-zat racun pada ginjal, sehingga membantu kerja ginjal. Buah semangka juga mengurangi kadar asam urat yang menekan resiko pembentukan batu ginjal.

6. Menjaga Kelembapan Kulit
Jika jenis kulit anda kulit kering, semangka dapat dijadikan asupan buah terbaik, karena kadar air yang melimpah pada buah ini. Selain memberi kelembapan kulit, mengkonsumsi semangka juga menjaga agar tubuh terhindar dari dehidrasi. Kandungan seperti ini banyak pada tanaman yang mengandung banyak air seperti mentimun.

Nah itulah manfaat buah semangka yang mungkin tidak Anda ketahui. Semoga bermanfaat.

Jangan lupa SHARE agar bisa berbagi pengalaman yaa dear

Aroma Tubuh Bisa Menandakan Penyakit Menular Seksual

Mungkin banyak yang tidak mengetahui bahwa aroma tubuh seseorang bisa menandakan bahwa orang tersebut terkena penyakit menular seksual, walaupun tidak semua orang yang mempunyai aroma tubuh yang berbeda kemudian dianggap memiliki penyakit menular seksual.
Laki-laki yang terjangkit Penyakit Menular Seksual (PMS) ternyata mengeluarkan aroma tubuh yang berbeda, aroma ini bisa dikenali oleh perempuan dengan hanya mengendus aroma tubuh lelaki.
Kesimpulan ini ditarik dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Rusia dan diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine, penelitian ini menggunakan tikus dan manusia sebagai objek. Tikus jantan yang mengeluarkan aroma khas dari PMS ini tidak akan didekati ooleh tikus betina.
Hal yang sama kemudian coba diterapkan pada manusia dengan mengambil sampel dari air liur dan aroma tubuh 34 pria asal Rusia berusia 17-25 tahun. 13 di antara objek ini terjangkit gonorrhea (PMS yang disebabkan bakteri Neisseria gonorrhoeae), 16 pria lagi sehat, dan lima pria lagi adalah mantan penderita PMS yang sudah sembuh total.
Sampel biologis ke 34 pria ini kemudian dijahit ke sebuah T-Shirt yang kemudian disimpan di dalam botol kaca, sampel inilah yang kemudian diendus oleh 18 kaum perempuan berusia 17-20 tahun yang ikut serta dalam eksperimen. Mereka kemudian diminta untuk memberi peringkat pada masing-masing aroma tersebut.
Hasilnya, 50 persen dari perempuan ini mengkategorikan aroma tubuh laki-laki penderita PMS dengan bau busuk. Ini juga menandakan jika manusia bisa mengenali aroma dari pasangan potensial, dalam hal ini tidak menderita PMS.
Penelitian kami menyimpulkan jika penyakit menular mengurangi aroma menarik pada manusia, ujar Mikhail Moshkin, seorang profesor di Institute of Cytology and Genetics di Rusia.
Kita bisa menyimpulkan jika aroma tubuh yang tidak sedap dari orang yang terjangkit PMS bisa mengurangi jumlah pasangan yang beresiko