Showing posts with label RUANGAN. Show all posts
Showing posts with label RUANGAN. Show all posts

Jasa Cat, JASA Pengecatan, Tukang Cat, Dinding DI SOLO, SRAGEN, KARANGANYAR



DAFTAR HARGA JASA PENGECATAN

DAFTAR PENAWARAN HARGA CAT/ DECORATIF PAINT BERIKUT BAHAN

~ CAT POLOS/ PENGECATAN POLOS
# Cat polos dengan bahan dasar DULUX
* Interior/ bagian dalam ruanga bahan dasar dulux pentalite Rp 25.000; / m2
* Exterior/ luar ruangan dengan bahan dasar dulux weather sield : Rp 28.000; / m2

# Cat polos dengan bahan dasar mowilex
* bahan dasar mowilex undercoat : Rp 25.000; / m2
* bahan dasar mowilex weathercoat : Rp.28.000; / m2

# Cat polos bahan dasar catilac
* Interior/ dalam : Rp 16.000; / m2
* Exterior/ luar : Rp 20.000; / m2

# Cat polos bahan dasar vinilex
* Interior/ dalam : Rp.15.000; / m2
* Exterior/ luar : Rp.19.000; / m2

MINIMUM 1 RUANGAN FULL
JIKA PENGECATAN ULANG / RENOVASI DI POTONG BIAYA Rp 4.000
KETENTUAN TINGGI MAX 4meter jika lebih dikenakan tambahan
CATATAN: Cat dengan sistem pengaplikasian 3 lapis/ 3 kali pengecatan dan harga tersebut diatas sewaktu waktu dapat berubah


~ CAT MOTIF/ DECORATIF PAINT
# Cat wash motif bercak

* Dinding harga mulai : Rp.55.000; / m2
* Plafond harga mulai : Rp.55.000; / m2
* Lis plang harga mulai : Rp.45.000; m1 [ tergantung ukuran]

# Cat wash motif klasic/ totol/ ceplok
* dinding harga mulai : Rp.50.000; / m2
* Plafond harga mulai : Rp.55.000; / m2

# Motif marmer/ urat/ serat kayu
* Dinding harga mulai : Rp.170.000; / m2
* lis plang harga mulai : Rp.70.000; / m1
* Pilar/ tiang harga mulai : Rp.170.000; m1

# Cat Duco wash
* Harga / m2 harga mulai : Rp.250.000; / m2

# Cat wash untuk lis plafond
* Motif bintik-bintik harga mulai : Rp.55.000; / m1
* Motif wash klasik harga mulai : Rp.40.000; / m1

*CAT TEKSTUR MULAI DARI Rp.65.000'-/m2
#CAT TEKSTUR Mulai Dari Rp.65.000'-/m2
# Lukisan mural
* Dinding : Rp.375.000; / m2
* plafond : Rp.45.000; / m2
* Gambar awan : Rp.200.000; / m2

~ CAT DUCO
* Daunt pintu/ jendela [ DOF] : Rp.350.000; / m2
* Daun pintu/ jendela [ GLOSS] : Rp.320.000; / m2
* Kusen pintu/ jendela [ DOF] : Rp.175.000; / m1
* kusen pintu/ jendela [ GLOSS] : Rp.195.000; / m1

~ CAT MELAMIC
* Daun pintu/ jendela [ DOF] : Rp.220.000; / m2
* Daun pintu/ jendela [ GLOSS] : Rp.225.000; / m2
* Kusen pintu/ jendela [ DOF] Rp.185.000; / m1
* Kusen pintu/ jendela [ GLOSS] : Rp.125.000; / m1

~ CAT BESI TEMPA
* Harga / m2 : Rp.270.000;
Semua penawaran harga di atas bisa di nego tergantung tingkat kesulitan/ disain dan harga sewaktu waktu dapat berubah


Hub :
UD. AURELIA SANJAYA 
hub : Ayub Pujiyanto
mandorayub@gmail.com

ud.aurelia.sanjaya@gmail.com
Hp : 08568547525 / 081226501760 / 087835200877
Flexy : 0271 2600084
Alamat : Celep Rt.22, Celep, Kedawung, Sragen, Jawa Tengah 57292, Indonesia

TATA LETAK RUANGAN MENURUT ILMU Ilmu Feng Shui Secara Ilmiah

Mengupas Ilmu Feng Shui Secara Ilmiah

Ilmu feng shui adalah ilmu kuno dari dataran Tiongkok, dimana Feng berarti Angin, dan Shui berarti Air. Pada dasarnya Ilmu Feng Shui adalah ilmu yang digunakan untuk memperhitungkan segala hal yang ditinjau berdasarkan kaidah-kaidah seperti air, angin dan api. Penerapan dari ilmu Feng Shui dalam kehidupan sehari-hari bisa kita temui pada hal-hal yang berkaitan dengan desain arsitektur. Contoh konkrit dari penerapan ilmu feng shui adalah hal-hal tabu terkait posisi rumah di tusuk sate, ketinggian halaman rumah lebih rendah dari jalan, posisi rumah membelakangi aliran air, lokasi rumah berhadapan dengan makam, pintu utama tembus sampai ke dapur, letak dapur bersebelahan dengan kamar tidur, posisi tangga langsung menghadap pintu utama dan sebagainya. Mengapa?  Menurut Feng Shui, hal-hal tabu tersebut akan berdampak negatif pada penghuninya. Namun daripada dianggap bid’ah (berdasarkan agama islam),  maka mari kita uraikan secara ilmiah masing-masing hal yang dianggap tabu menurut ilmu feng shui tersebut:
1. Rumah Posisi Tusuk Sate. Berdasarkan hitungan Feng Shui, rumah dengan posisi tusuk sate akan mendatangkan kesulitan bagi penghuninya, entah mendatangkan penyakit, tidak memiliki keberuntungan/mendatangkan kesialan. Penjelasan ilmiah: 1) posisi rumah di ujung pertigaan jalan dengan salah satu jalannya berhadapan langsung dengan rumah, menyebabkan rumah seringkali menjadi sasaran sorotan lampu-lampu kendaraan, hal ini membuat suasana dalam rumah agak terganggu. Apalagi jika letak kamar tidur berada di bagian depan rumah. Tidur Anda akan terganggu/ tidak nyenyak karena gangguan lampu-lampu tersebut. Karena tidur selalu tidak nyenyak setiap hari dan berlangsung dalam waktu lama maka fisik Anda pun menjadi lelah sehingga mudah terkena penyakit. Ditambah lagi, aliran angin yang terbawa oleh kendaraan membawa serta debu-debunya berhembus ke dalam rumah Anda. 2) Posisi pertigaan memang merupakan titik simpul dari keramaian lalu lintas, sehingga seringkali terjadi terjadi kecelakaan. Solusi: 1) Pasanglah barrier berupa tanaman seperti bamboo kuning sebagai penghambat masuknya debu ke halaman rumah Anda, 2) Pasanglah penerangan yang memadahi pada pertigaan tersebut atau elemen yang bisa memantulkan pada pagar (material pagar seperti akrilik atau polycarbonat) sehingga kendaraan bisa saling mengetahui adanya kendaraan lain di ujung jalan yang lain.
2. Posisi Rumah Membelakangi Aliran Air. Berdasarkan perhitungan feng shui, posisi ini konon bisa mengakibatkan bisnis kering. Penjelasan ilmiah: Posisi rumah membelakangi sungai menyebabkan penghuni tidak mengetahui kondisi rumah bagian belakang terkait aktifitas sungai tersebut. Aktifitas sungai (apalagi saat banjir) dapat menyebabkan erosi pada talud/pondasi belakang rumah, sehingga mengakibatkan tanah longsor. Jadi karena sering merenovasi bagian ini, otomatis banyak anggaran yang seharusnya (mungkin) dialokasikan untuk bisnis, jadi terkuras untuk hal ini. Solusi: Bangunan rumah jangan terlalu mepet sampai ke tepi talud di bagian belakang rumah Anda. Sisakan beberapa meter persegi, sebagai halaman kosong (ruang jemur), sehingga beban tanah tidak terlalu berat dan kalaupun terjadi longsonr tidak langsung mengenai bangunan rumah.
4. Ketinggian Halaman Rumah lebih Rendah dari Jalan. Berdasarkan perhitungan Feng Shui, kondisi ini membuat aliran chi terhalang bukit sehingga membuat rumah tidak mendapatkan energi positif. Sehingga hidup penghuni rumah tersebut akan mengalami banyak halangan. Penjelasan ilmiah: Pada dasarnya ketinggian halaman rumah yang lebih rendah dari jalan, mengakibatkan aliran air yang berada di jalan ketika hujan turun, akan masuk semua ke halaman rumah. Apalagi jika air sampai masuk ke dalam rumah, tentunya akan merepotkan penghuninya setiap kali hujan turun. Solusi: Hal yang dapat dilakukan adalah memindahkan pintu masuk utama dari bawah ke lantai dua, yang lebih tinggi dari jalan. Prinsipnya, pintu masuk diusahakan berada di atas jalan.
5. Lokasi Rumah Berhadapan dengan Makam. Berdasarkan perhitungan Feng Shui, Suasana rumah tidak pernah bahagia. Penjelasan ilmiah: Lokasi makam yang berada di depan rumah menyebabkan penghuni rumah harus selalu menatap pada suasana kematian. Belum lagi kalau ada prosesi pemakaman, maka selain suasana sedih, jalan di depan rumah akan dipadati para pelayat, yang tentunya akan menutup pintu rumah. Penghuni akan seringkali menemui kesulita keluar/masuk ke rumahnya sendiri. Solusi: buatlah barrier atau tembok yang tinggi, sehingga penghuni tidak bisa menatap makam secara langsung. Buatlah pintu masuk yang lebar, sehingga apabila ada acara pemakaman Anda tidak mengalami kesulitan keluar/masuk ke rumah Anda.
6. Posisi Dapur Bersebelahan Dengan Kamar Tidur. Berdasarkan Feng Shui, posisi ini mengakibatkan orang tersebut berat jodoh dan tidak kerasan tinggal di rumah. Penjelasan: 1) Pada saat penghuni kamar tidur di kamar tersebut dan pada saat yang bersamaan ada pula yang sedang memasak atau mencuci piring, biasanya suara bising kegiatan di dapur akan terdengar sekali oleh orang yang sedang tidur, maka hal ini dapat mengganggu ketenangan orang yang sedang beristirahat, yang secara tidak langsung akan mengakibatkan hal – hal yang kurang baik terhadap kinerja ataupun kesehatan seseorang. Terlebih apabila terdapat kebocoran saluran, maka tembok tersebut akan menjadi lembab, dan kemungkinan akan mengganggu kesehatan orang yang menggunakan ranjang tersebut. 2) Posisi kamar yang berbatasan tembok dengan dapur bisa membuat suasana kamar tidur menjadi panas. Kondisi inilah yang membuat penghuni tidak betah tinggal di dalam kamar, dan cederung memilih keluar kamar. Solusi:  Hindari merancang perletakan kamar tidur bersebelahan dengan dapur.
7. Posisi Tangga Langsung Menghadap Pintu Utama. Berdasarkan perhitungn Feng Shui, posisi ini bisa menggangu keharmonisan keluarga. Penjelasan ilmiah: posisi pintu utama dan tangga yang berhadapan kadangkala membuat para penghuninya ‘bertabrakan’ karena pintu utama dan tangga utama adalah sirkulasi utama para penghuni rumah. Kondisi ini, pada situasi tertentu, menyebabkan munculnya keribautan antar penguin rumah. Solusi: posisi tangga bisa dibalik sehingga membelakangi pintu utama.
Well, pada dasarnya tidak ada lokasi yang tidak bagus, tergantung bagaimana kita memandang dan menyiasatinya bukan? Dan perlu dipahami bersama bahwa dalam mempelajari suatu ilmu pengetahuan tertentu ada baiknya tidak diserap mentah-mentah, namun bisa kita kaji secara ilmiah. Dengan begini, kita bisa mencapai tujuan yang sama, walaupun dengan jalan yang berbeda.

 SUMBER

mendesain ruangan dalam bangunan


Prinsip mendesain ruangan dalam bangunan

Sebelumnya perlu kita ketahui kenapa kita harus mengatur ruang-ruang yang ada dalambangunan gedungSebuah bangunan dibuat dalam rangka untuk mengakomodasi segala kegiatan dari penghuni rumah/ bangunan. Kegiatan tersebut bisa jadi merupakan kegiatan bagi manusia, tapi tidak menutup kemungkinan bila kegiatan/ aktivitas tersebut dilakukan atau diperuntukkan bagi hewan, benda mati ataupun  mesin-mesin produksi.
Kegiatan yang berlangsung dalam sebuah bangunan bersifat heterogen, tergantung dari tingakat kerahasiaan, aturan yang berlaku, tingkat kenyamanan dll. Untuk memenuhinya maka ruang-ruang dalam bangunan perlu diatur supaya aktifitas yang berlangsung dalambangunan tersebut dapat berjalan dengan optimal.

Untuk mengatur ruang-ruang dalam bangunan, yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan adalah :


  1. Tentukan jenis kegiatan yang akan dilakukan dalam bangunan tersebut
  2. Tentukan kebutuhan ukuran ruang yang diperlukan untuk melakukan kegiatan tersebut
  3. Tentukan tingkat hubungan antar ruang.
  4. Tentukan urutan untuk mencapainya.
  5. Tentukan perletakkannya.
  6. Buat gambar denah ruangan.
Keterangan dari rincian di atas adalah :

1. Menentukan jenis kegiatan :

A. Fungsi bangunan rumah tinggal :

  • Ruang Tamu
  • Ruang Duduk
  • Ruang Tidur
  • Ruang Makan
  • Dapur
  • Kamar mandi / WC

B. Fungsi Bangunan, Rental Play Station / warnet

  • Ruang Game / User internet
  • Ruang Kasir
  • Kamar mandi / WC

C. Fungsi Bangunan Rumah Sakit DLL

Jenis Ruangan tersebut dianalisis berdasarkan fungsi global dari bangunan.

2. Menentukan Kebutuhan Ukuran Ruang :

  • Ukuran ruang dapat ditentukan dari ukuran ruang sejenis yang pernah ada sebelumnya. Namun juga bisa dianalisis sendiri berdasarkan kegiatan yang akan dilakukan.
  • Ukuran ruang tiap individu tidak dapat disamaratakan, tergantung dari berbagai latar belakang pribadi yang menempati ruang tersebut. (misal ukuran kamar mandi akan berbeda-beda tergantung dari selera dan budget yang dimiliki)

3. Menentukan Tingkat Hubungan Antar Ruang.

Tingkat hubungan antar ruang
Tingkat hubungan antar ruang
  • Hubungan antar ruang bisa sangat dekat/ intim, dan bisa juga sangat jauh (terutama jika aktifitas dalam satu ruang mengganggu aktifitas ruang lain)
  • Tingkat hubungan antar ruang tidak pernah tetap (selalu berubah) tergantung dari selera penghuninya.

4. Menentukan Urutan pencapaian ruang 

Agar dapat terjangkau secara optimal, maka perlu ditentukan urutan pencapaian antar ruang yang ada dalam bangunan, urutan ini dapat satu persatu atau dapat juga secara bersamaan.

Urutan pencapaian ruang
Urutan pencapaian ruang

5. Menentukan Lokasi Perletakan Ruang

Berdasarkan bentuk dan ukuran lahan yang akan dibangun, perlu ditetapkan lokasi ruang, penetapannya dengan mempertimbangkan aspek-aspek dari item di atas.

Menentukan lokasi perletakan ruang
Menentukan lokasi perletakan ruang

6. Membuat Denah Ruang

Berdasarkan zona ruang pada lahan, maka dibuatlah denah ruang dengan mempertimbangkan aspek-aspek kenyamanan, estetika, dll.
Denah ruang
Denah ruang