Showing posts with label PONDASI. Show all posts
Showing posts with label PONDASI. Show all posts

PONDASI TIANG PANCANG BETON

BERIKUT GAMBAR
PONDASI TIANG PANCANG BETON


Mesin Pancang / Piling Machine 
Pondasi Tiang Pancang Beton
BETON BERTULANG
KODEPENAMPANGPANJANGDAYA DUKUNGMUTU BETON
28 x 283000 mm & 6000 mm30 TonK450
32 x 323000 mm & 6000 mm40 TonK450
20 x 203000 mm & 6000 mm35 TonK450
25 x 253000 mm & 6000 mm55 TonK450
MINI PILE


Menghitung RAB Pondasi plat jalur, Sloof , Kolom,

Menghitung RAB Pondasi plat jalur
Lagi ada tugas kuliah menghitung rencana anggaran biaya pondasi plat jalur, dengan soal seperti dibawah ini :
soal :
Hitung Rencana Anggaran Biaya pondasi plat jalur

Data teknis pekerjaan pondasi plat jalur
  1. Sloof ditengah plat 30/40
  2. Kolom 40/40 dengan jarak kolom 5m
  3. Sloof diatas pasangan batu bata 15/20
  4. Kedalaman pondasi -2 m dari peil lantai +/- 0.00
Hitung rencana anggaran biaya pondasi plat jalur ?
  1. Pengukuran Bouwplank
  2. Galian tanah pondasi
  3. Urugan pasir dengan ketinggian 0.10 m
  4. Lantai kerja dengan ketebalan 0.05 m
  5. Beton plat jalur dan kolom sloof 15/20
  6. Pekerjaan besi beton bertulang
  7. Pasangan batu bata 1 pc : 4 ps
  8. Pekerjaan plesteran
  9. Urugan tanah kembali
  10. Pembongkaran bouwplank kembali
Gambar pondasi plat jalur
Denah pondasi plat jalur

denah pondasi plat jalur


Potongan 1 penampang pondasi plat jalur
POTONGAN 1 PONDASI PLAT JALUR
Potongan 2 penampang pondasi plat jalur
potongan 2 pondasi plat jalur
Harga Satuan DKI Jakarta Untuk perhitungan pondasi plat jalur
  1. Bouwplak = Rp. 38.833,00
  2. Bongkar bouwplank = Rp. 3.222,00
  3. Galian tanah pondasi= Rp. 34.321,00
  4. Urugan pasir  = Rp. 192.456,00
  5. Lantai kerja t= 5cm beton 1pc:3ps:4kr  = Rp. 60.531,00
  6. Beton dengan koral untuk plat jalur kolom, kolom dan sloff 15/20= Rp. 752.964,00
  7. Pasangan batu bata 1pc:4ps = Rp. 167.611,00
  8. Plesteran 1pc:4ps = Rp. 36.115,00
  9. Urugan tanah kembali= Rp. 21.268,00
  10. Pembesian polos berat 175 kg= Rp. 2.183.176,00
  11. Bekisting beton = Rp. 892.071,00
jawaban :
untuk lebih membayangkan bagaimana bentuk pondasi kita buat gambar pondasi plat jalur nya pakai 3d max
pondasi plat jalur 3d
selanjutnya menghitung Rencana anggaran biaya pondasi plat jalur
Menghitung Volume pekerjaan pondasi plat jalur
Menghitung Volume pekerjaan pondasi plat jalur
1. Pengukuran Bouwplank
Volume pekerjaan bouwplak = 10.20 m + 2 m + 2 m = 14.20 m
2. Galian tanah pondasi
Volume Pekerjaan galian tanah pondasi = (( (2 m + 2.8 m ) x 2 m ) /2) x 10.20 m = 48.96 m³
3. Urugan pasir dengan ketinggian 0.10 m
Volume Pekerjaan Urugan pasir = 2 m x 0.10 m x 10.20 m = 2.04 m³
4. Lantai kerja dengan ketebalan 0.05 m
Volume pekerjaan lantai beton = 2 m x 10.20 = 20.40 m²
2 m x 0.05 m x 10.20 m = 1.02 m³
5. Beton plat jalur dan kolom sloof 15/20
Volume pekerjaan beton plat jalur = ( ( 2 m x 0.15 m ) + (( 2 m + 0.4 m ) x 0.15 m ) / 2 ) + (0.10 x 0.4) x 10.20 = 5.304 m³
Volume beton sloof = ( 0.20 m x 0.15 m ) x 10.20 = 0.306 m³
Volume beton kolom = (( 0.4 m x 0.4 m x 1.45 m ) x 3 bh) – 0.306 = 0.39 m³
Total volume beton = ( 5.304 m³ + 0.39 m³ + 0.306 m³ ) = 6 m³
6. Pekerjaan besi beton ( 75 kg / m³ )
Volume pekerjaan besi beton = 6 m³ x 75 = 450 kg
7. Pasangan batu bata 1 pc : 4 ps
Volume Pekerjaan pasangan batu bata = 2 ( 4.60 m x 1.25 m ) = 11.5 m²
11.5 x 0.15 = 1.6725 m³
8. Pekerjaan Plesteran
Volume Pekerjaan plesteran pasangan bata= 2 x 11.5 m² = 23 m²
9. Urugan tanah kembali
Volume pekerjaan urugan tanah kembali = ( 48.96 – 2.04 – 1.02 – 6 – 1.6725 ) = 38.2275 m³
10. Pembongkaran bouwplank kembali = 10.20 m + 2 m + 2 m = 14.20 m
Volume pekerjaan pembongkaran bouwplank =
Menghitung anggaran biaya pekerjaan pondasi plat jalur
Anggaran biaya pekerjaan dihitung dengan rumus
Biaya = volume x harga satuan
1. Pengukuran Bouwplank
Harga satuan = Rp. 38.833,00
Volume pekerjaan = 14.20 m
Total Harga pekerjaan bouwplak = 14.20 m x Rp. 38.833,00 = Rp. 551.428,60
2. Galian tanah pondasi
Harga satuan = Rp. 34.321,00
Volume pekerjaan = 48.96 m³
Total harga Pekerjaan galian tanah pondasi = 48.96 m³ x Rp. 34.321,00 = Rp. 1.680.356,00
3. Urugan pasir dengan ketinggian 0.10 m
Harga satuan = Rp. 192.456,00
Volume pekerjaan = 2.04 m³
Total harga Pekerjaan Urugan pasir = 2.04 m³ x Rp. 192.456,00 = Rp. 392.610,20
4. Lantai kerja dengan ketebalan 0.05 m
Harga satuan = Rp. 60.531,00
Volume pekerjaan = 20.40 m²
Total harga pekerjaan lantai beton = 20.40 m² x Rp. 60.531,00 = Rp.1.234.832,00
5. Beton plat jalur dan kolom sloof 15/20
Harga satuan = Rp. 752.964,00
Volume pekerjaan = 6 m³
Total harga pekerjaan beton = 6 m³ x Rp. 752.964,00 = Rp.4.517.784,00
6. Pekerjaan besi beton ( 75 kg besi / 1 m³ beton )
Harga satuan = Rp. 2.183.176,00 / 75 kg
Volume pekerjaan beton = 6
Total harga pekerjaan besi beton = 6 x Rp. 2.183.176,00 = Rp.13.099.056,00
7. Pasangan batu bata 1 pc : 4 ps
Harga satuan = Rp. 167.611,00
Volume pekerjaan = 11.5 m²
Total harga Pekerjaan pasangan batu bata = 11.5 m² x Rp. 167.611,00 = Rp.1.927.527,00
8. Pekerjaan plesteran
Harga satuan = Rp. 36.115,00
Volume pekerjaan = 13 m²
Total harga Pekerjaan pasangan batu bata = 13 m² x Rp. 36.115,00 = Rp.469.495,00
9. Urugan tanah kembali
Harga satuan = Rp. 21.268,00
Volume pekerjaan = 38.2275 m³
Total harga pekerjaan urugan tanah kembali = 38.2275 m³ x Rp. 21.268,00 = Rp.813.022,50
10. Pembongkaran bouwplank kembali
Harga satuan = Rp. 3.222,00
Volume pekerjaan = 14.20 m
Total harga pekerjaan pembongkaran bouwplank = 14.20 m x Rp. 3.222,00 = Rp. 45.752,00
Rekapitulasi Rencana anggaran biaya pondasi plat jalur
1. Pengukuran Bouwplank = Rp. 551.428,60
2. Galian tanah pondasi = Rp. 1.680.356,00
3. Urugan pasir dengan ketinggian 0.10 m = Rp. 392.610,20
4. Lantai kerja dengan ketebalan 0.05 m = Rp. 1.234.832,00
5. Beton plat jalur dan kolom sloof 15/20 = Rp. 4.517.784,00
6. Pekerjaan besi tulangan = Rp.13.099.056,00
7. Pasangan batu bata 1 pc : 4 ps = Rp. 1.927.527,00
8. Pekerjaan plesteran = Rp. 469.495,00
9. Urugan tanah kembali = Rp. 813.022,50
10. Pembongkaran bouwplank kembali = Rp. 45.752,00
Jumlah = Rp.24.731.863,00
PPN 10 % = Rp. 2.473.186,00
Jumlah total = Rp.27.205.050,00
Di bulatkan = RP.27.210.000,00
Terbilang ( Dua puluh tujuh juta dua ratus sepuluh ribu rupiah)

sumber : http://www.ilmusipil.com/menghitung-rab-pondasi-plat-jalur

Pondasi Strauss Pile / Bored Pile / Stroos /sitem paku bumi/tiang pancang

Pondasi strauss pile ini termasuk kategori pondasi dangkal. Pondasi jenis ini biasanya digunakan pada bangunan yang bebannya tidak terlalu berat, misalnya untuk rumah tinggal atau bangunan lain yang memiliki bentang antar kolom tidak panjang.


Pondasi strauss pile
Strauss Pile
Cara kerja pemasangan pondasi ini adalah dengan mengebor tanah berdiameter sesuai perhitungan struktur diameter pondasi. Setelah itu digunakan cassing dari pipa PVC yang di cor sambil diangkat cassing-nya. Cassing digunakan pada tanah lembek dan berair. Jika tanah keras dan tidak berair, pondasi dapat langsung di cor tanpa cassing.

Kedalaman pondasi ini dapat mencapai 5 meter sampai keinginan dengan mengunakan besi tulangan sepanjang dalamnya pondasi. Biasanya ukuran pondasi yang sering dipakai adalah diameter 20 cm, 30 cm, dan 40 cm, sesuai dengan tersedianya mata bor. Seperti layaknya pondasi tiang, maka pondasi strauss ini ditumpu pada dudukan beton (pile cap). Fungsi dudukan beton adalah mengikatkan tulangan pondasi pada kolom dan sloof. Selain itu fungsinya adalah untuk transfer tekanan beban di atasnya.



KAMI MELAYANI PENGEBURAN SISTEM Pondasi Strauss Pile. biaya yang di keluarkan lebih murah dari pada ting pancang atau Paku Bumi. SISTEM STAUSS PILE
Rp 25.000/m untuk pengeboran
biaya pembesian dan cor call
melayani wilayah SOLO AREA, SURABAYA AREA, JOGJA AREA DAN KOTA LAINNYA
UD. AURELIA SANJAYA 
hub : Ayub Pujiyanto
mandorayub@gmail.com

ud.aurelia.sanjaya@gmail.com
Hp :08568547525 / 081226501760 / 087835200877 
 Flexy : 0271 2600084
Alamat : Celep Rt.22, Celep, Kedawung, Sragen, Jawa Tengah 57292, Indonesia


Untuk pondasi bored pile, system kerjanya hampir sama dengan pondasi strauss pile. Perbedaannya hanya terletak pada peralatan bor, peralatan cor, dan system cassing yang menggunakan teknologi lebih modern. Pondasi ini digunakan untuk jenis pondasi dalam dan di atas 2 lantai.


Pondasi bored pile

Kelebihan :

  • Volume betonnya sedikit
  • Biayanya relative murah
  • Ujung pondasi bisa bertumpu pada tanah keras 

Kekurangan :

  • Diperlukan peralatan bor
  • Pelaksanaan pemasangannya relative agak susah.
  • Pelaksanaan yang kurang bagus dapat menyebabkan pondasi keropos, karena unsur semen larut oleh air tanah.

Konstruksi Bangunan Rumah Sederhana

pondasi
pondasi merupakan bagian dari struktur yang paling bawah dan berfungsi untuk menyalurkan beban ke tanah,sehingga pondasi harus diletakkan pada tanah yang keras.kedalaman minimun untuk pembuatan pondasi adalah 60 cm. seluruh pekerjaan pasangan batu gunung ini menggunakan adukan campuran 1 semen : 4 pasir. pasangan batu gunung untuk pondasi dikerjakan setelah lapisan urug dan aanstamping selesai dipasang. pondasi juga harus mempunyai hubungan kuat dengan sloof,hal ini dapat dilakukan dengan pembuatan angker antara sloof dan pondasi dengan jarak 1 meter.

beton
beton yang digunakan untuk beton bertulang dapat menggunakan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil.air yang digunakan 1/2 dari volume semen (FAS 0.5). perbandingan ini merupakan perbandingan volume. sebagai penakar dapat menggunakan peralatan yang tidak sukar dicari seperti ember atau timba. mutu yang diharapkan dapat tercapai dengan perbandingan ini adalah sekitar 150 kg/cm2

cetakan beton
hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan cetakan beton adalah :
1. pemasangan bekisting harus kokoh dan kuat sehingga tahan terhadap getaran yang ditimbulkan pada saat pengecoran.
2. setiap selesai pemasangan harus diteliti ulang baik kekuatan maupun bentuknya
3. cetakan beton dibuat dari bahan yang baik sehingga mudah pada saat dilepaskan tanpa mengakibatkan kerusakan pada beton
4. bekisting harus boleh dibuka setelah 28 hari.selama beton belum mengeras harus dilakukan perawatan dengan menyiram beton dengan air.

ukuran beton
pada rumah sederhana sebaiknya ukuran beton sebagai berikut:
1. sloof 15x20 cm
2. kolom utama 15x15 cm
3. kolom praktis 13x13 cm
4. ringbalk 13x15 cm
5. balok kuda2 13x15 cm

begel/sengkang
begel atau sengkang berfungsi untuk memastikan tulangan dalam senantiasa dalam keadaan lurus (tidak melengkung) pada saat terjadi gempa. juga untuk menjaga beton tidak mengelembung (pecah) akibat gaya tarik yang terjadi. diameter minimal yang digunakan untuk
begel ini adalah 8 mm. pembengkokan (kait) begel ini harus mencapai 135 derajat dengan panjang bengkokan tidak kurang dari 10 d

dinding bata
mortar (spesi) yang digunakan pada ikatan bata dan plesteran dapat menggunakan perbandingan 1 semen : 4 pasir,pada bagian yang memerlukan kedap air dapat digunakan 1 semen : 2 pasir. untuk menjaga ikatan antara bata dan kolom ataupun balok,maka setiap
jarak 50 cm dipasang angker dengan panjang sekitar 30 cm menggunakan besi diameter 8 mm. sebelum dipasang,batu bata tersebut harus terlebih dahulu direndam dalam air dengan tujuan agar air spesi tidak diserap oleh bata. setiap pemasangan bata harus terisi padat dengan spesi minimal 1 cm

plesteran
sebelum diplaster seluruh permukaan dinding,kolom dan balok harus dibasahi dulu dengan air sampai mencapai keadaan jenuh.pembersihan terhadap permukaan juga harus dilakukan sebelum dilakukan plesteran.

kusen
pada kusen harus dipasang angker yang akan ditanamkan kolom. jika bukaan akibat kusen terlalu besar,maka harus digunakan balok latei pada bagian atas kusen.karena kusen tidak sanggup menahan beban yang besar.

kuda-kuda kayu
untuk membuat dudukan yang kuat,maka kuda-kuda kayu dipasang baut pelat besi yang sudah ditanam pada tiang/kolom. sambungan kayu merupakan bagian terlemah dari struktur kuda-kuda sehingga harus dilakukan dengan metode yang benar. untuk menghindari terjadinya
pelemahan pada saat goncangan,ikatan angin harus digunakan.

gunung-gunung
kuda-kuda bata akan diperkuat dengan beton bertulang (ringbalk).luas dinding tidak boleh terlalu besar,sehingga penggunaan kolom tambahan sangat disarankan

sumber Departemen Pekerjaan Umum

Tiang Pancang, Pondasi Tiang Pancang


pondasi tiang pancang

Pondasi Tiang Pancang

Pondasi tiang pancang adalah suatu konstruksi pondasi yang mampu menahan gaya orthogonal ke sumbu tiang dengan jalan menyerap lenturan. Pondasi tiang pancang dibuat menjadi satu kesatuan yang monolit dengan menyatukan pangkal tiang pancang yang terdapat di bawah konstruksi dengan tumpuan pondasi.

Pelaksanaan pekerjaan pemancangan menggunakan diesel hammer. Sistem kerja diesel Hammer adalah dengan pemukulan sehingga dapat menimbulkan suara keras dan getaran pada daerah sekitar. Itulah sebabnya cara pemancangan pondasi ini menjadi permasalahan tersendiri pada lingkungan sekitar.

Permasalahan lain adalah cara membawa diesel hammer kelokasi pemancangan harus menggunakan truk tronton yang memiliki crane. Crane berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan. Namun saat ini sudah ada alat pancang yang menggunakan system hidraulik hammer dengan berat 3 – 7 ton.

Pekerjaan pemukulan tiang pancang dihentikan dan dianggap telah mencapai tanah keras jika pada 10 kali pukulan terakhir, tiang pancang masuk ke tanah tidak lebih dari 2 cm.

Berikut ini cara sederhana untuk menghitung kebutuhan pondasi tiang pancang dan penampang tiang pancang yang akan digunakan :

Misalnya didapat brosure produk tiang pancang segitiga ukuran 25/25. Jika daya dukung setiap tiangnya mencapai 2 ton maka berapakah jumlah tiang dalam setiap kolomnya?

Adapun tahap perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Denah bangunan dibagi-bagi di antara kolom-kolom untuk mengetahui berat yang harus dipikul setiap  pondasi. Dapat juga semua luas denah bangunan dijumlahkan kemudian dibagi ke dalam beberapa titik pondasi dalam setiap kolomnya. Cara kedua ini memiliki kelemahan karena beban di pinggir kolom tentu saja berbeda dengan beban di tengah.
  • Selanjutnya total volume beton dikalikan dengan berat jenis beton, volume lantai dikalikan berat jenis lantai, demikian seterusnya untuk tembok, kayu, genteng, dan sebagainya. Hasilnya dijumlahkan sehingga diperoleh berat = X ton.
  • Selain itu juga dihitung jumlah beban hidup untuk jenis bangunan tersebut. Misalnya beban rumah tinggal 200 Kg/m2. Sehingga diperoleh 200 kg dikalikan dengan seluruh luas lantai, misalnya Y ton.
  • Jumlah semua beban tersebut yaitu : X ton +  Y ton. Misalnya, hasil penjumlahannya 48 ton. Dengan demikian kebutuhan tiang pancang adalah 48 ton : 25 ton atau sekitar dua buah tiang pancang pada satu titik kolom. Jadi jumlah tiang pancang untuk bangunan tersebut adalah hasil perkalian antara jumlah kolom dengan dua titik pancang.
  • Hasil tersebut hanya untuk sebuah tiang pancang yang ukurannya 6 meter setiap batangnya. Bila kedalaman tanah keras adalah 9 meter, maka diperlukan dua buah tiang pancang per titiknya.
  • Hitungan sederhana tersebut mengabaikan daya dukung tanah hasil laboratorium dan daya lekat tanah si sepanjang  tiang pancang. Bila hal tersebut dihitung, jumlah tiang pancang tentu akan berkurang. Bahkan cara perhitungannya tidak sesederhana hitungan di atas.

1. Ukuran Tiang Pancang

Berbagai ukuran tiang pancang yang ada pada intinya dapat dibagi dua, yaitu :  
MINIPILE dan MAXIPILE.

a. Minipile (Ukuran Kecil)

Tiang pancang berukuran kecil ini digunakan untuk bangunan-bangunan bertingkat rendah dan tanah relative baik. Ukuran dan kekuatan yang ditawarkan adalah:
  • Berbentuk penampang segitiga dengan ukuran 28 dan 32.
  • Berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 20x20 dan 25x25.
- Tiang pancang berbentuk penampang segitiga berukuran 28 mampu menopang beban 25 – 30 ton
- Tiang pancang berbentuk penampang segitiga berukuran 32 mampu menopang beban 35 – 40 ton.
- Tiang pancang berbentuk bujur sangkar berukuran 20x20 mampu menopang tekanan  30 – 35 ton
- Tiang pancang berbentuk bujur sangkar berukuran 25 x 25 mampu menopang tekanan 40 – 50 ton.

b. Maxipile (Ukuran Besar)

Tiang pancang ini berbentuk bulat (spun pile) atau kotak (square pile). Tiang pancang ini digunkan untuk menopang beban yang besar pada bangunan bertingkat tinggi. Bahkan untuk ukuran 50x50 dapat menopang beban sampai 500 ton.

2. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan :
-    Karena dibuat dengan system pabrikasi, maka mutu beton terjamin.
-    Bisa mencapai daya dukung tanah yang paling keras.
-    Daya dukung tidak hanya dari ujung tiang, tetapi juga lekatan pada sekeliling tiang.
-    Pada penggunaan tiang kelompok atau grup (satu beban tiang ditahan oleh dua atau lebih tiang), daya dukungnya sangat kuat.
-    Harga relative murah bila dibanding pondasi sumuran.
Kekurangan :
-    Untuk daerah proyek yang masuk gang kecil, sulit dikerjakan karena factor angkutan.
-    Sistem ini baru ada di daerah kota dan sekitarnya.
-    Untuk daerah dan penggunaan volumenya sedikit, harganya jauh lebih mahal.
-    Proses pemancangan menimbulkan getaran dan kebisingan.

3. Keuntungan dan Kerugian menurut teknik pemasangan

a. Pondasi tiang pancang pabrikan.

Keuntungan:
  • Karena tiang dibuat di pabrik dan pemeriksaan kwalitas sangat ketat, hasilnya lebih dapat diandalkan.
  • Pelaksanaan pemancangan relative cepat, terutama untuk tiang baja. Walaupun lapisan antara cukup keras, lapisan tersebut masih dapat ditembus sehingga pemancangan ke lapisan tanah keras masih dapat dilakukan.
  • Persediaannya culup banyak di pabrik sehingga mudah diperoleh, kecuali jika diperlukan tiang dengan ukuran khusus.
  • Untuk pekerjaan pemancangan yang kecil, biayanya tetap rendah.
  • Daya dukungnya dapat diperkirakan berdasar rumus tiang pancang sehingga pekerjaankonstruksinya mudah diawasi.
  • Cara pemukulan sangat cocok untuk mempertahankan daya dukung beban vertical.
Kerugian :
  • Karena pekerjaan pemasangannya menimbulkan getaran dan kegaduhan maka pada daerah yang berpenduduk padat akan menimbulkan masalah di sekitarnya.
  • Untuk tiang yang panjang, diperlukan persiapan penyambungan dengan menggunakan pengelasan (untuk tiang pancang beton yang bagian atas atau bawahnya berkepala baja). Bila pekerjaan penyambungan tidak baik, akibatnya sangat merugikan.
  • Bila pekerjaan pemancangan tidak dilaksanakan dengan baik, kepala tiang cepat hancur. Sebaiknya pada saat dipukul dengan palu besi, kepala tiang dilapisi denga kayu.
  • Bila pemancangan tidak dapat dihentikan pada kedalaman yang telah ditentukan, diperlukan perbaikan khusus.
  • Karena tempat penampungan di lapangan dalam banyak hal mutlak diperlukan maka harus disediakan  tempat yang cukup luas.
  • Tiang-tiang beton berdiameter besar sangat berat, sehingga sulit diangkut atau dipasang. Karena itu diperlukan mesinpemancang yang besar.
  • Untuk tiang-tiang pipa baja, diperlukan tiang yang tahan korosi.

b. Pondasi Tiang yang Dicor di Tempat

Keuntungan:
  • Karena pada saat melaksanakan pekerjaan hanya terjadi getaran dan keriuhan yang sangat kecil maka pondasi ini cocok untuk pekerjaan pada daerah yang padat penduduknya.
  • Karena tanpa sambungan, dapat dibuat tiang yang lurus dengan diameter besar dan lebih panjang.
  • Diameter tiang ini biasanya lebih besar daripada tiang pracetak atau pabrikan.
  • Daya dukung sstiap tiang lebih besar sehingga beton tumpuan (Pile cap) dapat dibuat lebih kecil.
  • Selain cara pemboran di dalam arah berlawanan dengan putaran jam, tanah galian dapat diamati secara langsung dan sifat-sifat tanah pada lapisan antara atau pada tanah pendukung pondasi dapat langsung diketahui.
  • Pengaruh jelek terhadap bangunan di dekatnya cukup kecil.
Kerugian :
  • Dalam banyak hal, beton dari tubuh tiang diletakkan di bawah air dn kualitas tiang yang sudah selesai lebih rendah dari tiang-tiang pracetak atau pabrikan. Disamping itu, pemeriksaan kualitas hanya dapat dilakukan secara tidak langsung.
  • Ketika beton dituangkan, dikawatirkan adukan beton akan bercampur dengan reruntuhan tanah. Oleh karena itu, beton harus segera dituangkan dengan seksama setelah penggalian tanah dilakukan.
  • Walaupun penetrasi sampai ke tanah pendukung pondasi dianggap telah terpenuhi, terkadang tiang pendukung kurang sempurna karena ada lumpur yang tertimbun di dasar.
  • Karena diameter tiang cukup besar dan memerlukan banyak beton, maka untuk pekerjaan yang kecil dapat mengakibatkan biaya tinggi.
  • Karena pada cara pemasangan tiang yang diputar berlawanan arah jarum jam menggunakan air maka lapangan akan menjadi kotor. Untuk setiap cara perlu dipikirkan cara menangani tanah yang telah dibor atau digali.
sumber : http://belajarsipil.blogspot.com/2012/06/pondasi-tiang-pancang.html

Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam

Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam

Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam pada bangunan rumah saya dalam tahap pengerjaan oleh empat orang pekerja. Jumlah total Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam ada 16 buah dengan ukuran 1 meter x 1 meter ada 8 buah dan ukuran 75 cm x 75 cm ada 8 buah juga. Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam membutuhkan bahan material yang wajib kita siapkan antara lain :
  1. Pasir kasar saya siapkan 1 mobil truk dengan bak papan isi kisaran 5 M³ dengan harga Rp 600.000
  2. Semen saya siapkan 20 zak isi 50 Kg waktu itu menggunakan merek Holcim harga per zak masih Rp 58.000
  3. Batu split atau koral saya siapakan 2 M³ harga per M³ kisaran Rp 250.000
  4. Air secukupnya.
Pemasangan-dan-Pengecoran-Pondasi-Cakar-Ayam
Tapak Cakar Ayam yang sudah di cor
Proses Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam memakan banyak sekali material semen, untuk ukuran tapak pondasi yang      1 m x 1 m hampir menghabiskan 1 zak semen. Jadi perkiraan saya untuk 16 titik Pondasi Cakar Ayam akan menghabiskan minimal 12 zak semen. Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam juga membutuhkan waktu yang cukup lama berbeda dengan pemasangan Pondasi Batu Kali.
Hal yang saya amati dari cara kerja para tukangnya pada saat sebelum Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam. Mereka menentukan titik Nol dan siku antar sudut, setelah titik-titik nol ditemukan mereka memastikan kesikuan antara sudutnya. Tak jarang mereka harus menggali lebih dalam lagi lubang tempat Pondasi Cakar Ayam karena ternyata titik nol belum didapatkan. Para tukang dan pekerja membutuhkan waktu satu hari untuk menyetting tempat Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam.
Alasan saya kenapa menggunakan atau melakukan Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam di setiap titik dan sudut pondasi karena rencananya bangunan yang akan didirikan memiliki 2 lantai  dengan luas (10 m x 10 m) + (3 m x 2 m) + (3 m x 4 m) = 118 m². Dan jenis ukuran pondasi berbeda dikarenakan situasi dan kondisi dilapangan dimana tanah kavlingan antara batas samping kanan, samping kiri dan belakang habis makanya menggunakan rangka besi tapak cakar ayam ukuran 75 cm x 75 cm dan pada titik Pondasi bagian tengah bangunan menggunakan ukuran 1 m x 1 m untuk tulangan besi pondasi cakar ayam saya menggunakan besi ukuran cas Ø 10 mm.
Pemasangan dan Pengecoran Pondasi Cakar Ayam akhirnya selesai dalam 4 hari kerja

sumber : http://satriamadangkara.com/pemasangan-dan-pengecoran-pondasi-cakar-ayam/#ixzz2IklbgeZe

 

Jenis-Jenis Pondasi


Jenis-Jenis Pondasi

1. PONDASI BATU KALI

pondasi batu kali

Pondasi ini digunakan pada bangunan sederhana yang kondisi tanah aslinya cukup baik. Biasanya kedalaman pondasi ini antara 60 - 80 cm. Dengan lebar tapak sama dengan tingginya.
Kebutuhan bahan baku untuk pondasi ini adalah :
- Batu belah (batu kali/guning)
- Pasir pasang
- Semen PC (abu-abu).

Kelebihan :

  • Pelaksanaan pondasi mudah
  • Waktu pengerjaan pondasi cepat
  • Batu belah mudah didapat, (khususnya pulau jawa)

 Kekurangan :

  • Batu belah di daerah tertentu sulit dicari
  • Membuat pondasi ini memerlukan cost besar (bila sesuai kondisi pertama)
  • Pondasi ini memerlukan biaya lebih mahal jika untuk rumah bertingkat.

2. PONDASI TAPAK (FOOT PLATE) 

pondasi tapak
Pondasi yang biasa digunakan untuk bangunan bertingkat atau bangunan di atas tanah lembek. Pondasi ini terbuat dari beton bertulang dan letaknya tepat di bawah kolom/tiang dan kedalamannya sampai pada tanah keras.
Pondasi tapak ini dapat dikombinasikan dengan pondasi batu belah/kali. Pengaplikasiannya juga dapat langsung menggunakan sloof beton dengan dimensi  tertentu untuk kepentingan pemasangan dinding. Pondasi ini juga dapat dipersiapkan untuk bangunan di tanah sempit yang akan dikembangkan ke atas.
Kebutuhan Bahannya adalah:
- Batu pecah / split (2/3)
- Pasir beton
- Semen PC
- Besi beton
- Papan kayu sebagai bekisting (papan cetakan)

Kelebihan :

  • Pondasi ini lebih murah bila dihitung dari sisi biaya
  • Galian tanah lebih sedikit (hanya pada kolom struktur saja)
  • Untuk bangunan bertingkat penggunaan pondasi foot plate lebih handal daripadapondasi batu belah.

Kekurangan :

  • Harus dipersiapkan bekisting atau cetakan terlebih dulu (Persiapan lebih lama).
  • Diperlukan waktu pengerjaan lebih lama (harus menunggu beton kering/ sesuai umur beton).
  • Tidak semua tukang bisa mengerjakannya.
  • Diperlukan pemahaman terhadap ilmu struktur.
  • Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal dan harus selesai setelah dilakukan galian tanah.

3. PONDASI PELAT BETON LAJUR

Pondasi pelat beton lajur atau jalur digunakan bila luas penampang yang menggunakanpondasi pelat setempat terlalu besar. Karena itu luas penampang tersebut dibagi dengan cara memanjangkan lajur agar tidak terlalu melebar
Pondasi ini lebih kuat jika dibanding dua jenis pondasi dangkal lainnya. Ini disebabkan seluruhnya terbuat dari beton bertulang. Harganya lebih murah dibandingkan dengan pondasibatu kali untuk bangunan rumah bertingkat.
Ukuran lebar pondasi pelat lajur sama dengan lebar bawah pondasi batu kali, yaitu 70 - 120 cm. Ini disebabkan fungsi pondasi pelat lajur adalah menggantikan pondasi batu belah bila batu belah sulit didapat, atau memang sudah ada rencana pengembangan rumah ke atas.

Kelebihan :

  • Pondasi ini lebih murah bila dihitung dari sisi biaya.
  • Galian tanah lebih sedikit karena hanya berada di titik yang terdapat kolom strukturnya.
  • Penggunaannya pada bangunan bertingkat lebih handal dibanding pondasi batu belah, baik sebagai penopang beban vertikal maupun gaya horizontal seperti gempa, angin, ledakan dan lain-lain

 Kekurangan :

  • Harus dipersiapkan bekisting atau cetakan terlebih dulu (Persiapan lebih lama).
  • Diperlukan waktu pengerjaan lebih lama (harus menunggu beton kering/ sesuai umur beton).
  • Tidak semua tukang bisa mengerjakannya.
  • Diperlukan pemahaman terhadap ilmu struktur.
  • Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal dan harus selesai setelah dilakukan galian tanah. 

4. PONDASI SUMURAN

pondasi sumuran
Pondasi sumuran adalah jenis pondasi dalam yang dicor di tempat dengan menggunakan komponen beton dan batu belah sebagai pengisinya. Disebut pondasi sumuran karenapondasi ini dimulai dengan menggali tanah berdiameter  60 - 80 cm seperti menggali sumur. Kedalaman pondasi ini dapat mencapai 8 meter.
Pada bagian atas pondasi yang mendekati sloof, diberi pembesian untuk mengikat sloof.Pondasi jenis ini digunakan bila lokasi pembangunannya jauh sehingga tidak memungkinkan dilakukan transportasi untuk mengangkut tiang pancang.
Walaupun lokasi pembangunan memungkinkan, pondasi jenis ini jarang digunakan. Selain boros adukan beton, penyebab lainnya adalah sulit dilakukan pengontrolan hasil cor beton di tempat yang dalam.

Kelebihan :

  • Alternatif penggunaan pondasi dalam, jika material batu banyak dan bila tidak dimungkinkan pengangkutan tiang pancang.
  • Tidak diperlukan alat berat.
  • Biayanya lebih murah untuk tempat tertentu.

 Kekurangan :

  • Bagian dalam dari hasil pasangan pondasi tidak dapat di kontrol (Karena batu dan adukan dilempar/ dituang dari atas)
  • Pemakaian bahan boros.
  • Tidak tahan terhadap gaya horizontal (karena tidak ada tulangan).
  • Untuk tanah lumpur, pondasi ini sangat sulit digunakan karena susah dalam menggalinya.

5. PONDASI STRAUSS PILE ATAU BORED PILE

6. PONDASI TIANG PANCANG

Pondasi Cakar Ayam


Pondasi Cakar Ayam, 

The Original

Judulnya aneh… kok ada pondasi original?? Memangnya ada yang palsu?? Hehe.. itu cuma permainan istilah saja. Mari kita tengkok, sejauh mana pengetahuan kita tentang Pondasi Cakar Ayam?
Jika mendengar istilah pondasi Cakar Ayam, sebagian besar dari kita (baca: penikmat dunia teknik sipil) akan mengarahkan pikiran kita ke bentuk pondasi seperti di bawah ini
pondasi tapak   shallow foundation  
spread footing
Padahal… di dalam buku teks (text book) manapun tidak pernah sama sekali digunakan istilah Pondasi Cakar Ayam. Jangan sampai anda menjadi penasaran, kemudian mengetikkan kata “Chicken Scratch Foundation” pada Google. :D :D Tapi.. sebenarnya teori dasar mengenai Pondasi Cakar Ayam sudah diperkenalkan di text book.
Istilah “Pondasi Cakar Ayam” memang asli hasil karya seorang professor dan insinyur lokal…  Prof Dr Ir Sedijatmo sekitar tahun 1961-1962. Dan… Pondasi Cakar Ayam yang asli sangat jauh bentuk dan rupanya dengan gambar di atas. Menurut Wikipedia:
Pondasi cakar ayam terdiri dari plat beton bertulang yang relatif tipis yang didukung oleh buis-buis beton bertulang yang dipasang vertikal dan disatukan secara monolit dengan plat beton pada jarak 200-250 cm. Tebal pelat beton berkisar antara 10-20 cm, sedang pipa-buis beton bertulang berdiameter 120 cm, tebal 8 cm dan panjang berkisar 150-250 cm. Buis-buis beton ini gunanya untuk pengaku pelat. Dalam mendukung beban bangunan, pelat buis beton dan tanah yang terkurung di dalam pondasi bekerjasama, sehingga menciptakan suatu siatem komposit yang di dalam cara bekerjanya secara keseluruhan akan identik dengan pondasi rakit ralft foundation.
Nah lho… jadi? Bagaimana sebenarnya wujud Pondasi Cakar Ayam itu? Kalo anda rajin buka Google, anda mungkin akan menemukan gambar-gambar sebagai berikut:
cakar ayam modifikasi   cakar ayam pondasi 01   cakar ayam pondasi 02   cakar ayam pondasi 03   cakar ayam pondasi 11   pondasi cakar ayam 12
Beda banget kan?… Jadi.. istilah “cakar ayam” yang sebenarnya sudah mengalami pergantian makna. :) Pondasi Cakar Ayam versi (maaf) tukang, di dalam text book sebenarnya sangat familiar dikenal dengan istilah “pondasi tapak”, atau “pondasi setempat”, atau “spread footing”, atau “rectangular/square footing”, yang termasuk ke dalam jenis pondasi dangkal (shallow foundation).
Sementara pondasi Cakar Ayam yang asli… saya lupa referensinya, tapi dia termasuk pondasi menengah (antara dangkal dan dalam). Beberapa orang malah menyebut Pondasi Cakar Ayam dengan sebutan Pondasi Sumuran, atau Pondasi Kaison, alias Caisson Foundation. Naah.. kalo Caisson ini memang ada beberapa text book yang memasukkannya ke dalam bagian Drilled Shaft Foundation alias Bored Pile. Misalnya Braja M. Das dan Bowles. Tapi, Pondasi Cakar Ayam sebenarnya merupakan perpaduan cantik antara Drilled Foundation dengan Mat atau Raft Foundation.
Jadi… jika anda seorang engineer yang sangat familiar dengan text book dan teori, kemudian diminta mendesain sebuah Pondasi Cakar Ayam, pastikan dulu.. Pondasi Cakar Ayamnya yang original atau yang crispy..

[semoga bermanfaat]
BY : http://duniatekniksipil.web.id/1319/pondasi-cakar-ayam-the-original/